by

Lima WNA di Tegal Sudah Miliki KTP Elektronik

banner 300250

TEGAL – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tegal mencatat lima warga negara asing (WNA) di Kota Tegal yang sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik. Pemberiannya dilakukan setelah mereka memenuhi syarat dengan bukti kepemilikan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dari Kantor Keimigrasian.

Sementara, 39 WNA yang menetap sementara juga sudah mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Kepala Disdkucapil Kota Tegal Basuki melalui Sekretaris Eko Purwadi mengungkapkan, berdasarkan data base kependudukan di Kota Bahari ada lima WNA yang berhak memiliki KTP-el sesuai amanat regulasi.

Sebab, ketentuan tentang WNA yang bisa mengantongi KTP-el dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian dan Peraturan Pemerintah Nomor 31/2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Namun kemudian, telah diubah dengan PP Nomor 26/2016 sebagai perubahan Atas PP Nomor 31/2013 tentang Peraturan Pelaksanaan UU 6/2011.

“Termasuk, Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 16/2018 tentang Tata Cara Pemberian Visa dan Izin Tinggal Bagi Tenaga Kerja Asing,” jelasnya.

Rincian WNA berKTP-el, lanjut Eko, meliputi satu orang berkewarganegaraan Jepang, satu berasal dari Malaysia, satu berkewarganegaraan Amerika dan dua lainnya berasal dari Korea Selatan.

Lima WNA tersebut, ada yang sudah melakukan perekaman data KTP-el sejak 2013 dan pencetakannya sudah dilakukan sejak 2016 satu WNA, 2017 dua WNA, 2018 dua orang WNA dan satu WNA lainnya melakukan cetak penggantian pada 2019 karena hilang.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran penduduk Nasrudin Khusnul Huluk menyampaikan, proses perolehan KITAS dan KITAP WNA di Kota Tegal dinyatakan resmi serta sudah sesuai dengan mekanisme. Di antaranya, WNA yang berstatus menikah dengan warga Kota Tegal, maupun pekerja asing yang sudah memiliki izin tinggal untuk kunjungan (KITAS, Red.) maupun KITAP meliputi nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia.

“Untuk WNA yang mengantongi KITAS, rata-rata berstatus sebagai pekerja asing dari sejumlah negara seperti Filipina, Yaman, Korea Selatan, Jepang dan Arab Saudi,” tandasnya. (syf/ela/zul) 00Uݐ;mg�B

banner 300250

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed